Sebagai ungkapan syukur atas 70 tahun perjalanan Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi sekaligus wujud nyata semangat Sambang, Srawung, Sedulur (S3) bersama masyarakat, Panitia HUT ke-70 mempersembahkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Bima Bothok” pada Sabtu (4/7/2026) malam di halaman Gereja Santa Maria Bunda Kristus Wedi.

Foto bersama bupati, romo, dalang, dan DPPH,  serta Ketua Panitia Wayangan setelah penyerahan wayang.

Pertunjukan yang dimulai pukul 19.30 WIB setelah Perayaan Ekaristi Sabtu sore ini dibawakan oleh Ki Gading Pawukir Seno Saputra dengan penampilan bintang tamu Tatin dan Elisa Oscarus Allaso, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Dalang Seno, Komsos Keuskupan Agung Semarang, Komsos Kevikepan Surakarta, dan Komsos Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi.

Acara diawali dengan Doa Lintas Iman yang dipimpin oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten sebagai simbol persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama. Turut hadir Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, anggota DPRD Klaten, para camat, kepala desa, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta umat dan warga dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Pastor Paroki Wedi, Romo Basilius Edy, mengajak seluruh umat mensyukuri usia ke-70 Paroki Wedi sebagai momentum untuk terus menghidupi semangat “Asung Pitulungan, Asung Pangapura.” Semangat tersebut diwujudkan melalui Program S3 (Sambang, Srawung, Sedulur) sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian kepada sesama. Beliau juga mengingatkan bahwa rangkaian syukur HUT telah dipersiapkan melalui Novena selama sembilan hari yang berpuncak pada kegiatan lek-lekan pada 12 Juni 2026.

Menurutnya, pagelaran wayang kulit yang dihadiri umat lintas iman dan masyarakat merupakan wujud nyata toleransi dan persaudaraan. Selain itu, Romo Basilius juga mengajak seluruh umat untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan HUT lainnya, seperti Mary Fun Run pada 12 September 2026 serta Gerakan Rumah Berkah yang menjadi bagian dari gerakan Asung Pitulungan.

Selanjutnya, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, turut menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun ke-70 Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan tari pembuka yang diiringi gamelan Warga Laras. Penampilan tokoh Bima mengawali prosesi penyerahan wayang dari para penari kepada Romo Basilius Edy, yang kemudian menyerahkannya kepada dalang Ki Gading Pawukir Seno Saputra sebagai tanda dimulainya pementasan.



Lakon “Bima Bothok” disajikan dengan apik dan menghibur ribuan penonton yang memadati halaman gereja. Di sela pertunjukan, suasana semakin semarak dengan penampilan flashmob Asung Pitulungan yang dipandu oleh para penari dari Sanggar Sekar Langit, mengajak seluruh hadirin turut bergerak bersama dalam semangat kebersamaan.

Kelancaran seluruh rangkaian acara didukung oleh kerja sama berbagai unsur pengamanan, di antaranya Martinus, Banser, Kridhotumelung, Jagabaya, Paribuhana, Paskorintos, Pagar Eklesia, dan Pagar Paroki Gondang yang bersinergi menjaga keamanan serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar gereja.

Pagelaran wayang kulit berlangsung hingga dini hari, bahkan menemani datangnya fajar. Malam budaya tersebut menjadi penutup yang penuh makna dalam rangkaian HUT ke-70 Paroki Wedi.

Melalui seni budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan, Paroki Wedi tidak hanya mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama tujuh dekade, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, pelestarian budaya, serta pelayanan bagi Gereja dan masyarakat sesuai semangat Asung Pitulungan, Asung Pangapura. (Ax)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *