Sejarah

Secara singkat :

Perkembangan iman Katolik di Wedi bermula dari Stasi Klaten yang merupakan bagian dari Paroki Purbayan, Surakarta. Tonggak sejarah penting terjadi pada 7 Juli 1921 dengan pembaptisan Elisabeth Ngadinah, umat Katolik pertama di Wedi, oleh Pastor H. Van Drieschen, SJ. Iman kemudian tumbuh berkat kerja sama Pastor Van Drieschen dengan tokoh lokal seperti Wignyo Marwoto dan para guru Yayasan Kanisius. Setelah Stasi Klaten menjadi paroki pada 1923, pembangunan gereja di Wedi dimulai pada 1933 dan diberkati pada 23 Februari 1935 dengan nama pelindung “Santa Perawan Maria Bunda Kristus”.

Secara administratif, Paroki Wedi ditetapkan sebagai paroki mandiri pada 13 Juni 1956, sebuah tanggal yang dikukuhkan melalui Surat Keputusan Uskup Agung Semarang pada tahun 2021. Perjalanan paroki ini diwarnai oleh berbagai dinamika pastoral, termasuk masa unik ketika paroki berbentuk organisasi federasi sebelum akhirnya menjadi paroki mandiri yang sesungguhnya seiring dengan pemekaran wilayah, seperti berdirinya Paroki Gondang pada 2004, Paroki Dalem pada 2014, dan Paroki Bayat pada 2019.

Untuk memperkuat pertumbuhan iman, Paroki Wedi melibatkan berbagai tarekat religius. Suster-suster Kongregasi Abdi Kristus (AK) mulai berkarya pada 1951 melalui bidang pendidikan dan kesehatan, sementara Bruder FIC hadir sejak 1976 untuk mendukung karya pendidikan di sekolah-sekolah Pangudi Luhur. Selain itu, paroki terus berinovasi dalam reksa pastoral, seperti pengembangan Gua Maria Giri Wening, pembentukan Kapel Adorasi, hingga gerakan solidaritas komunitas yang dikenal dengan tagline “Mbalur” (Ambyur Mbangun Sedulur).

Pada tahun 2026, Paroki Wedi merayakan ulang tahun yang ke-70 dengan mengusung semangat “Asung Pitulungan, Asung Pangapura”. Dalam rangka sosialisasi Arah Dasar (ARDAS) KAS IX 2026-2030, paroki mengimplementasikan program S3 (Sambang Srawung Sedulur) untuk menyapa umat di tingkat akar rumput, memperkuat sinodalitas, dan menghadirkan gereja yang bahagia, menginspirasi, serta menyejahterakan.

Hingga April 2026, Paroki Wedi melayani 3.698 umat yang terbagi dalam 6 wilayah dan 36 lingkungan. Fokus pastoral saat ini diarahkan pada pengembangan komunitas yang inklusif dan berkualitas, dengan penekanan pada hidup beriman yang cerdas, tangguh, misioner, serta dialogis, guna menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat di wilayah Klaten dan sekitarnya.

Rm. Basilius Edy Wiyanto, Pr.

Rm. Yakobus Winarto, Pr

Profil-Profil Lainnya :