Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Paroki Wedi akan menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada Sabtu, 4 Juli 2026, mulai pukul 19.30 WIB. Acara yang terbuka untuk umum ini akan berlangsung di halaman Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi, Klaten.
Pagelaran wayang kali ini mengangkat lakon Bima Bothok yang akan dibawakan oleh dalang kondang Ki Gading Pawukir Seno Saputra, putra dari almarhum Ki Seno Nugroho. Selain itu, acara juga akan dimeriahkan oleh bintang tamu Tatin dan Elisa Ocarus Allaso yang siap menghibur para penonton sepanjang pertunjukan.

Tidak hanya diperuntukkan bagi umat Paroki Wedi, pagelaran wayang ini juga mengundang seluruh masyarakat di sekitar gereja maupun dari luar daerah untuk turut hadir dan menikmati acara. Sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat, panitia juga menghadirkan pasar UMKM yang menyediakan berbagai makanan dan minuman bagi para pengunjung.
Ketua Panitia Hari Ulang Tahun Paroki Wedi, Eko Mardiyono, menjelaskan bahwa pagelaran wayang kulit dipilih karena memiliki makna yang mendalam bagi umat dan masyarakat. Menurutnya, wayangan merupakan salah satu kegiatan yang selalu dinantikan sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur umat Paroki Wedi kepada masyarakat sekitar.
“Wayangan menjadi salah satu hal yang dinanti. Ini merupakan ungkapan rasa syukur umat Paroki Wedi kepada masyarakat. Dalam kegiatan wayang ini menjadi ajang untuk bertemu dan berkumpul bersama masyarakat sekitar gereja, tokoh-tokoh agama, serta unsur pemerintahan yang juga akan kami undang. Di bawah langit yang sama dan atap yang sama di Paroki Wedi ini, kita bersama-sama sambang srawung sedulur, sehingga tidak hanya sekadar melihat wayang saja,” ungkap Eko.
Lebih lanjut, Eko berharap pagelaran wayang kulit ini dapat semakin memperkenalkan Paroki Wedi kepada masyarakat luas. Ia menilai bahwa penyelenggaraan wayang pada tahun-tahun sebelumnya telah memberikan kesan positif di tengah masyarakat.
“Semoga setelah pagelaran wayang ini Paroki Wedi semakin dikenal. Dari pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, masyarakat melihat bahwa umat Paroki Wedi terbuka dan mampu memberikan suguhan serta pelayanan yang luar biasa kepada masyarakat. Hal ini menjadi salah satu praktik baik yang ingin terus kami lanjutkan dalam momentum ulang tahun Paroki Wedi,” tuturnya.
Melalui pagelaran wayang kulit ini, Paroki Wedi berharap dapat mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta memperkuat semangat Sambang Srawung Sedulur bersama seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Klaten dan sekitarnya. (Matt)



Tinggalkan Balasan