Pada hari Minggu, 6 September 2026, telah diselenggarakan kegiatan Tarcisius Fun Day (TFD) 2026 yang bertempat di Selepan Makmur Wedi dan Kapel Brayat Minulyo Ngering. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perayaan Pesta Pelindung para Misionaris (Putra-Putri Altar), khususnya Misdinar Paroki Wedi yang berlindung pada Santo Tarcisius. Kegiatan TFD 2026 mengusung tema “SAMBANG SRAWUNG SEDULUR”, yang menjadi salah satu bentuk aksi nyata dari program Paroki Wedi tahun 2026 untuk mewujudkan solidaritas, kebersamaan, dan persaudaraan antarparoki melalui sarana perjumpaan dan kegiatan bersama.

Dalam kegiatan ini, Paroki Wedi sebagai panitia berkolaborasi dengan 6 paroki dan 1 stasi, yaitu Paroki Klaten, Paroki Gondang, Paroki Bayat, Paroki Cawas, Paroki Ketandan, Paroki Delanggu, dan Stasi Senden. Kegiatan diikuti oleh hampir 400 peserta, yang terdiri dari anggota misdinar, pengurus misdinar, serta para pendamping misdinar dari berbagai paroki.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB di Selepan Makmur Wedi. Acara diawali dengan doa pembuka, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia dan pendamping Misdinar Wedi. Opening Ceremony dipandu oleh MC, Mas Bhege, yang turut membangun suasana menjadi lebih meriah dan penuh semangat. Setelah pembukaan, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.



Peserta kemudian berjalan kaki bersama kelompok masing-masing menuju Kapel Brayat Minulyo Ngering. Dalam perjalanan tersebut, peserta tidak hanya berjalan dan bercengkerama, tetapi juga melakukan aksi nyata dengan memungut sampah yang ditemui sepanjang rute perjalanan. Kegiatan ini menjadi bentuk sederhana kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengajarkan bahwa kebersamaan dapat diwujudkan melalui tindakan positif.

Sesampainya di Kapel Ngering, peserta berkumpul bersama kelompok masing-masing dan membuat yel-yel kelompok. Setelah beristirahat dan menikmati snack, peserta melanjutkan kegiatan outbound yang terdiri dari beberapa pos. Setiap pos memiliki permainan dan tantangan yang berbeda, serta didampingi oleh pendamping kelompok dari pengurus misdinar antarparoki. Adapun pos-pos tersebut yaitu Pos 1 “Ranjau” yang bertempat di rumah warga
Pos 2 “Awas Jatuh” yang juga bertempat di rumah warga
Pos 3 “Genti Genten” di Balai Desa Ngering
Pos 4 “Halang Rintang” di Taman Buah
Pos 5 “Sedot Kata” di SDN 1 Ngering.

Melalui berbagai permainan tersebut, peserta diajak untuk bekerja sama, berkomunikasi, saling mendukung, serta membangun kekompakan dalam kelompok.

Setelah seluruh rangkaian outbound selesai, peserta berganti pakaian dan dilanjutkan dengan foto bersama antarparoki sebagai dokumentasi sekaligus kenang-kenangan dari perjumpaan tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama dan ditutup dengan pembagian doorprize yang semakin menambah kemeriahan kegiatan.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana terasa sangat gembira, penuh sukacita, dan hangat. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Meskipun berasal dari paroki yang berbeda, mereka dapat berinteraksi dengan baik, saling berkenalan, bekerja sama dalam kelompok, dan bahkan mendapatkan teman-teman baru. Perbedaan asal paroki tidak menjadi penghalang, tetapi justru menjadi kesempatan untuk mengenal satu sama lain dan memperluas persaudaraan sebagai sesama pelayan altar. Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang permainan, tetapi juga tentang bagaimana para misdinar dapat saling menerima, menghargai, mendukung, dan bertumbuh bersama.

Kegiatan Tarcisius Fun Day 2026 berakhir pada pukul 15.00 WIB. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai kegiatan permainan atau kegiatan satu hari saja, tetapi dapat menjadi ajang perjumpaan yang positif dan sarana dinamika bersama bagi para misdinar antarparoki. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan persaudaraan antarparoki semakin erat, komunikasi dan kerja sama semakin baik, serta para misdinar semakin memiliki semangat untuk melayani dengan penuh sukacita.

Ke depannya, semoga para misdinar tidak hanya semakin aktif dalam pelayanan di gereja, tetapi juga mampu membawa semangat persaudaraan, kepedulian, solidaritas, dan sukacita dalam kehidupan sehari-hari. Semoga semangat Santo Tarcisius dapat terus menjadi teladan bagi para misdinar untuk tetap setia melayani, berani berbuat baik, dan menjadi pribadi yang mampu membawa kebahagiaan serta dampak positif bagi orang-orang di sekitarnya.

Gabriela Cesya Riswanda, Ketua Misdinar Paroki Wedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *