Antusiasme umat dari berbagai lingkungan di Paroki Wedi terlihat dalam persiapan pembuatan film pendek bertajuk “Dadi Suluh” yang akan digunakan sebagai narasi supervisi paroki. Kegiatan shooting dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 16.00 WIB di Gereja Santo Pius Maria Bintang Kejora (SPMBK) Wedi.
Sebagai bagian dari konsep film, setiap lingkungan diminta mengirimkan lima perwakilan umat serta membuat oncor atau obor bambu yang akan digunakan dalam proses pengambilan gambar. Oncor tersebut menjadi simbol semangat umat untuk menjadi terang dan membawa harapan bagi sesama, sejalan dengan makna tema Dadi Suluh yang berarti “menjadi pelita” atau “menjadi penerang”.
Partisipasi umat mendapat respons yang sangat baik. Hingga menjelang pelaksanaan shooting, tercatat sedikitnya lebih dari 170 oncor telah disiapkan oleh berbagai lingkungan di wilayah Paroki Wedi. Beberapa lingkungan bahkan membuat oncor melebihi jumlah yang diminta. Lingkungan FX Pandes menyiapkan 15 oncor, Lingkungan St. Natanael Kalitengah dan St. Agustinus Tosadu masing-masing 10 oncor, sementara Lingkungan St. Ignatius Ceporan dan St. Yusuf Pasung menyiapkan 7 oncor.

Selain itu, puluhan lingkungan lainnya turut berpartisipasi dengan menyediakan lima hingga enam oncor sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Keterlibatan umat dari berbagai wilayah menunjukkan semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap karya pastoral paroki.
Panitia berharap kehadiran para perwakilan lingkungan dalam proses shooting dapat semakin memperkuat kebersamaan umat. Melalui film pendek ini, Paroki Wedi ingin menampilkan wajah Gereja yang hidup, berjalan bersama, serta menjadi suluh yang menerangi lingkungan sekitar melalui kesaksian iman dan pelayanan nyata.

“Melalui keterlibatan umat dari berbagai lingkungan, kami berharap film ini tidak hanya menjadi media supervisi, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan semangat pelayanan seluruh umat Paroki Wedi,” ungkap panitia pelaksana.
Dengan dukungan yang besar dari berbagai lingkungan, film Dadi Suluh diharapkan mampu menggambarkan semangat sinodal, kebersamaan, dan peran umat sebagai terang Kristus di tengah masyarakat.



Tinggalkan Balasan