Pada peringatan Hari Komunikasi Sedunia ke-60 ini, Komsos Santo Yohanes Krisostomus Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi diajak oleh Paus Leo XIV untuk semakin bijaksana dalam menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pewartaan melalui media informasi dan komunikasi Gereja. Menanggapi ajakan tersebut, Komsos Paroki Wedi terus mendorong sekaligus mengimplementasikan pesan Paus melalui berbagai divisi yang telah dibentuk, antara lain Divisi Fotografi, Videografi, Admin Media Sosial, Konten dan Desain Planner, serta Jurnalistik. Divisi-divisi tersebut menjadi wujud nyata kreativitas yang mengutamakan hasil buah pikiran dan karya manusia dalam pelayanan komunikasi Gereja.

Komsos berfoto dengan Rama Win setelah misa selesai saat masa Pekan Suci 2026.


Dinamika Komsos Paroki Wedi terus berkembang melalui pertemuan rutin bulanan, baik dalam pertemuan besar maupun pertemuan setiap divisi. Dari dinamika tersebut diharapkan lahir ide-ide kreatif yang mampu mendukung pelayanan dan pewartaan bagi umat Paroki Wedi. Berbagai kegiatan nyata yang secara rutin dilakukan oleh Komsos Paroki Wedi antara lain mewartakan kabar sukacita dari kegiatan tim pelayanan maupun paguyuban di Paroki Wedi. Pewartaan ini diharapkan tidak berhenti hanya pada sukacita saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat dirasakan oleh umat yang tidak hadir secara langsung melalui media sosial yang dimiliki Komsos, seperti Instagram, TikTok, YouTube, website, hingga media cetak Warta Paroki. Dengan demikian, Komsos sungguh hadir menjadi citra wajah dan suara Gereja di tengah umat.


Selain itu, Komsos Paroki Wedi juga terus menghadirkan berbagai konten kreatif, baik dalam bentuk video maupun karya desain, yang mengikuti perkembangan zaman. Karya-karya tersebut tidak semata-mata mengejar kuantitas jumlah penonton atau pengguna media sosial, tetapi lebih pada bagaimana kehadiran Komsos dapat sungguh dirasakan di tengah perkembangan media digital saat ini.

Foto bersama  Komsos Wedi setelah bertugas streaming Visualisasi 2026.


Menurut Matius Dwi Anggoro, salah satu anggota Komsos Paroki Wedi, “Bagai emas yang perlu dan harus terus diasah, itulah perumpamaan bagi kami, Tim Komsos Paroki Wedi, dalam menghadirkan dan menjaga wajah serta suara manusia yang menjadi ciri khas, terutama wajah dan suara Gereja. Walaupun tidak mudah karena perbedaan antara karya manusia dan kecerdasan buatan kini semakin tipis dan sulit dibedakan, hal ini justru menjadi tantangan bagi kami untuk tetap memprioritaskan hasil buah pikiran manusia tanpa meninggalkan kecerdasan buatan, namun tetap bijaksana dan bertanggung jawab dalam menggunakannya. Semakin kami terus mencoba dan mengembangkan buah pikiran serta karya kami, kami yakin dan percaya bahwa semuanya akan senantiasa berkualitas & bermanfaat dalam pelayanan kepada umat di Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi dan Gereja kami.” (Axel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *