Rapat koordinasi persiapan Hari Toleransi digelar pada Minggu malam, 16 November 2025. Pertemuan ini dihadiri berbagai perwakilan umat beragama dan lembaga masyarakat yang bersama-sama membahas kesiapan peserta dan pelaksanaan pawai.
GKJ Glodogan menyampaikan kesiapan 40 peserta yang akan turut serta dalam kegiatan. Mereka juga menyiapkan penampilan berupa nyanyian dan nembang macapat sebagai kontribusi seni budaya.
Dari unsur Hindu, Pura Ganesha Putra mengonfirmasi keikutsertaan 60 peserta. Kelompok ini menyiapkan Tari Caping Ayu sebagai penampilan utama mereka dalam pawai.
Pura Maha Wreksa melaporkan bahwa mereka akan mengikutsertakan 26 peserta. Untuk penampilan, mereka akan bergabung dengan kelompok Pasung dalam satu formasi.
Selain itu, Pura Sasana Bakti menurunkan 61 peserta. Jumlah ini menjadikan mereka salah satu kelompok dengan partisipasi terbesar dalam pawai.
Dari unsur Islam, TPQ Soliqin memastikan kehadiran 40 peserta. Sementara itu, data peserta dari Paroki Wedi masih menunggu dan akan disampaikan pada waktu berikutnya.
Rapat turut menyepakati urutan pawai dengan susunan sebagai berikut: Garuda sebagai pembuka, diikuti TPQ Soliqin, kelompok Katolik, Pura Ganesha Putra, Pura Maha Wreksa, GKJ Glodogan, dan terakhir Pura Sasana Bakti.
Sebagai langkah persiapan lapangan, ditetapkan bahwa kegiatan gotong royong akan dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025 pukul 15.30 di Lapangan Pasung. Kegiatan ini bertujuan memastikan area pawai benar-benar siap digunakan.
Rapat ditutup dengan ajakan untuk menjaga semangat toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama. Harapannya, Hari Toleransi 2025 dapat menjadi momen yang menghadirkan pesan perdamaian dan persaudaraan bagi seluruh warga.
Rapat Koordinasi Hari Toleransi Tegaskan Kesiapan Peserta dan Susunan Pawai 2025



Tinggalkan Balasan