Film BAC resmi diluncurkan dalam acara pemutaran perdana di XXI Klaten Town Square (KLATOS). Film ini mengangkat nilai-nilai pendidikan karakter yang dihidupi Romo Y.B. Mangun Wijaya Pr, yakni eksploratif, kreatif, dan integral, dengan tagline “Berkreasi untuk Menginspirasi.”

Acara dibuka dengan sambutan oleh Romo Basilius Edy Wiyanto Pr, selaku produser film. Dalam sambutannya, Romo Edy menegaskan bahwa karya ini dibangun di atas fondasi pendidikan karakter ala Romo Mangun, yang menekankan keberanian mengeksplorasi potensi diri, kreativitas, serta keutuhan pribadi. “Nilai-nilai ini bukan sekadar konsep, tetapi gaya hidup yang perlu ditumbuhkan dalam diri generasi muda,” ujarnya.
Prosesi peluncuran dilakukan secara simbolis melalui pengatupan clapperboard oleh Romo Edy, yang menandai dimulainya penayangan perdana. Tindakan sederhana namun sarat makna ini menggambarkan harapan agar film BAC menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran kreatif bagi banyak orang.
Film ini diputar dalam tiga sesi pukul 16.45 WIB, 19.00 WIB, dan 19.15 WIB dan dihadiri sekitar 134–169 penonton yang terdiri dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga para pendidik. Antusiasme masyarakat begitu tinggi; tiket bahkan telah terjual habis seminggu sebelum hari H. Seusai pemutaran, penonton menyampaikan berbagai apresiasi positif, terutama atas relevansi nilai pendidikan yang diangkat. Sesi diskusi pun berlangsung hidup dengan beragam refleksi dan umpan balik inspiratif.
Proses produksi film BAC menempuh perjalanan panjang, dimulai dari penulisan naskah dan perancangan konsep, hingga penggalian nilai-nilai pendidikan Romo Mangun yang menekankan keberanian bereksplorasi, kebaruan ide, dan pembangunan manusia yang utuh. Tahap berikutnya melibatkan casting, latihan, serta pengambilan gambar yang banyak menghadirkan talenta muda dari Paroki Wedi dan Paroki Gondang.
Lokasi syuting dilakukan di Giri Wening, Sengon Kerep, dengan dukungan dari berbagai sekolah, di antaranya SD Kanisius Murukan Wedi, SMP Pangudi Luhur Wedi, SMP Pangudi Luhur Klaten, SD Maria Assumpta Klaten, dan Speak First Klaten. Selain itu, para talenta muda dari Paroki Wedi juga turut ambil bagian dalam proses produksi.
Tahap editing, pengisian musik, dan penyempurnaan visual dilakukan dengan cermat agar pesan moral tersampaikan kuat. Meski menghadapi berbagai keterbatasan teknis dan sumber daya, seluruh tim menjalani proses dengan semangat pelayanan dan kolaborasi.
Akhirnya, film BAC hadir sebagai buah kreativitas bersama sebuah karya yang tidak hanya menampilkan kisah inspiratif, tetapi juga menghidupkan kembali semangat pendidikan karakter ala Romo Mangun: pendidikan yang membentuk manusia yang utuh, berani, dan kreatif.



Tinggalkan Balasan